Rencana Perancangan pabrik Kopi bubuk

Rencana Perancangan Pabrik Kopi Bubuk

Oleh:

Halimatussa’diah(30408407), Angela sula(30408117), Angelin(30408118), Gita Ellyoena(30408395), Gizha Ardhizha(3040957), Iffah Mawaddatunnisa(31408024), Santiago Augusto(30408768)

 

1. Pendahuluan

Kopi adalah salah satu minuman yang sangat digemari oleh masyarakat di Indonesia. Kopi juga salah satu minuman yang bahan baku pembuatannya mudah di dapat di Indonesia. Ada dua macam jenis kopi yang dapat tumbuh di Indonesia, yaitu kopi arabika dan robusta. Dalam pembuatan laporan ini jenis kopi yang akan dibahas cara proses pengolahannya adalah kopi arabika yang dibudidayakan secara hibrida. Berikut, adalah penjelasan tanaman kopi arabika dan kegunaaannya.

 

Gambar 1.1                                                                                      Gambar 1.2

Cara Pembibitan                                                                               Pohon Kopi

 

Gambar 1.3                                                                                           Gambar 1.4

Kopi Siap dipanen                                                                           Kopi Setelah dijemur

 

Gambar 1.5                                                                            Gambar 1.6

Kopi Sesudah disangrai                                                Bubuk Kopi

 

BUDIDAYA TANAMAN KOPI ARABIKA HIBRIDA

Kopi Arabika Hibrida merupakan tanaman kopi yang banyak ditanam orang karena produksi kopi ini tinggi dan cepat berproduksi dan bernilai ekonomi yang tinggi. Orang menyebutkan kopi ateng karena dengan umur 18 bulan setelah tanam sudah mulai berbungan dan umur sekitar 24 – 26 bulan sudah berproduksi. Dengan penanaman dan perawatan yang relatif mudah dan ringan petani sangat menyenangi serta hasil yang menjanjikan, petani juga menjuluki dengan sebutan kopi sigalar utang.

Cara membibitkan

Biji kopi Arabika Hibrida yang sudah diseleksi kemudian disemaikan ditempat pesemaian khusus. Lalu langkah selanjutnya yang dilakukan adalah:

-       Menyiapkan tempat pembibitan, dengan media tanam pasir.

-       Biji kopi dimasukan dalam media tanam pembibitan sedalam 10 mm.

-       Setelah biji ditanam kemudian disiram sampai jenuh.

-       Ditutup dengan penutup plastik transfaran.

-       Enam hari kemudian diperiksa dengan maksud untuk memeriksa apakah sudah ada pergerakan perkecambahan biji, apakah perlu penyiraman ulang.

-       Sesudah biji berkecambah dan berdaun bulan seperti tapak kuda segera bibit di pindahkan ke media tanam bibit dalam polybag.

-       Ketika memindahkan sambil diseleksi dengan kriteria berakar banyak dan subur itulah yang ditanam dalam polybag.

-       Perawatan, penyiraman bibit dalam polybag perlu dilakukan.

-       Bibit berumur empat sampai enam bulan dilakukan seleksi pertumbuhan bibit  akan dipindahkan ke lahan tanaman budidaya.

Cara menanam bibit kopi Arabika Hibrida di lahan budidaya

-       Lahan yang akan ditanami kopi terlebih dahulu diolah tanahnya dengan dilakukan pembajakan.

-       Pemancangan atau pengajiran dengan jarak 2,5 m x 3 m.

-       Pembuatan lubang tanam dengan ukuran panjang 20 cm, lebar 20 cm dan dalam 30 cm.

-       Masukan kompos kedalam lubang yang sudah dipersiapkan.

-       Tanamlah bibit tersebut kedalam lubang yang sudah dipersiapkan dengan cara mengeluarkan media dan bibit tetap utuh sedangan polybagnya tidak ikut ditanam.

-       Timbulah sebatas leher akar (diatas akar) dengan ditekan supaya agak padat.

Perawatan tanaman

Perawatan dibutuhkan oleh tanaman ini terutama adalah bahwa tanam ini jika diganggu oleh tumbuhan rumput disekitarnya pertumbuhan tanaman kopi akan terhambat. Oleh sebab itu perlu diperhatikan secara rutin disaat pertumbuhan. Pemupukan dilakuakn setelah tanaman berumur empat bulan dan dua belas bulan dengan pemberian pupuk kompos (pupuk organik). Pemupukan berikutnya dilakukan pada tanaman umur dua puluh empat bulan dengan pemberian pupuk buatan seperti mutiara dan SS untuk memacu pertumbuhan bunga atau buah.

Pemanenan

Sebelum dilakukan pemanenan terlebih dahulu dilakukan penilaian terhadap buah kopi dengan maksud agar pada saat memetik tidak terjadi kesalahan yang mengkibatkan kerugian. Pemanenan dilakukan pada buah kopi yang tua atau berwarna merah matang.

Keistimewaan

Kopi Arabika Hibrida (Ateng) mempunyai kelebihan:

  1. Aroma kopi yang khas.
  2. Rasa yang enak.
  3. Jika bubuk kopi dijadikan minuman, menyegarkan.

Kegunaan

Kopi memiliki zat yang disebut cafein. Adapun kegunaan kafein antara lain :

1. Meredakan Sakit Kepala
Kafein bisa meredakan sakit kepala dengan cara melebarkan pembuluh darah otak yang menyempit. lebih jelasnya lihat kandungan obat sakit kepala yang anda beli.

2. Melegakan Asma
Kafein bisa melegakan napas penderita asma dengan cara melebarkan saluran bronkial yang menghubungkan kerongkongan dengan paru.

3. Membantu Konsentrasi
Kafein meningkatkan konsentrasi kita dengan cara merangsang otak, bahkan diperkirakan bisa meningkatkan daya ingat jangka panjang makanya klo mau ujian dahuluilah dengan minum kopi.

4. Meningkatkan Daya Tahan
Kafein dapat membuat badan tidak cepat lelah, bisa melakukan aktifitas fisik lebih lama, di perkirakan karena kafein membuat “bahan bakar” yang dipakai otot lebih lama tapi hati-hati kecanduan.

5. Menaikkan gairah berupa rasa Gembira dan Energik.
Walaupun memiliki kegunaan yang banyak tapi kalau berlebihan tentunya juga akan berdampak negatif bagi tubuh, diantaranya:
1. Kanker

Sangat sedikit bukti yang menunjukkan kafein menyebabkan kanker kandung kemih, pangkreas, atau kanker payudara tapi berhati-hatilah. Ketiga jenis kanker tersebut memang sering di kait-kaitkan dengan bahan-bahan yang pernah dimakan di masa lalu.

  1. Penyakit Jantung

Yang penting, kopi diminum disaring dulu. Penyaringan bisa menghilangkan zat-zat yang bisa menghilangkan kadar LDL jenis kolesterol jahat.

3. Hipertensi dan Gangguan Pembuluh Darah
Kafein berfungsi sebagai stimulan (perangsang). Jadi pada orang-orang yang peka, kafein bisa menyebabkan palpitasi jantung (gangguan irama jantung) atau peningkatan tekanan darah, biarpun cuma sedikit dan bersifat sementara. Penderita tekanan darah tinggi dan gangguan jantung lainnya, harus konsultasi dengan dokter bila ingin minum kopi. Harus diingat, kafein yang di maksud bukan hanya yang diminuman kopi, melainkan juga kola, maupun obat flu yang mengandung kafein.

4. Keropos Tulang
Para ahli mendapati, setelah kita minum kopi, kita akan mengeluarkan kalsium ke dalam air seni. Meski demikian, belum ada bukti bahwa kafein menyebabkan keropos tulang. Penelitian terbaru menunjukkan lebih dari 100 orang menapouse yang minimum kopi lebih dari 5 gelas sehari, tidak menunjukkan hubungan antara keropos tulang dengan kebiasaan mereka minum kopi tetapi hal ini masih dalam tahapan research.

5. Fibrosis Payudara
Pada beberapa kasus, beberapa wanita dilaporkan mengalami rasa kemeng sampai nyeri pada payudaranya ketika mereka berhenti minum kopi. Mereka adalah penderita fibrosis payudara, yaitu benjolan jinak yang rasanya sakit. Tetapi para ahli tidak menemukan kaitan antara kafein dengan peningkatan kasus fibrosis payudara.

6. Kehamilan

Belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa kafein bisa menganggu kehamilan, meningkatkan resiko keguguran, atau bayi lahir dengan berat badan lebih rendah. Meski demikian, para ahli tetap menganjurkan kaum ibu-ibu untuk berhati-hati. Bila berencana hamil atau sedang hamil, di sarankan membatasi kopi.

7. Gangguan Lain

Kafein menyebabkan susah tidur dan meningkatkan kecemasan, memperburuk kondisi serangan panik pada penderita panik. Kafein juga meningkatkan produksi asam lambung sehingga memperparah sakit maag dan nyeri lambung.
Jadi kesimpulannnya “ngopi” memiliki kegunaan walaupun dilain sisi juga memiliki dampak buruk bagi tubuh. Tapi bad effect bisa terjadi kalo kopi dikonsumsi terlalu berlebihan. Para ahli menganjurkan untuk mengonsumsi kopi dalam batasan normal yakni satu cangkir sehari. Saran saya jadilah penikmat kopi yang baik.

 

  1. 2. Perusahaan Kontraktor

Perusahaan yang membuat pabrik adalah PT. MULIA ABADI PERKASA. PT. MULIA ABADI PERKASA, adalah salah satu perusahaan kontraktor yang bergerak di dalam pembangunan dan konstruksi didirikan pada tahun 2002, seiring dengan berkembangnya teknologi PT. MULIA ABADI PERKASA berkeinginan untuk mengembangkan diri menjadi suatu perusahaan konstruksi yang establish dibidangnya, dengan didukung tenaga-tenaga muda yang berpotensi dan memiliki dedikasi tinggi dalam berkarya dibidangnya masing-masing.

Biaya pembangunannya dapat dilihat pada rincian biaya.

Langkah yang dilakukan pada proses pembuatan bubuk kopi adalah dilakukan pemisahan biji dengan kulit, langkah selanjutnya adalah penyucian biji kopi sampai lendir-lendir yang ada di biji kopi itu hilang. Selanjutnya dilakukan pengeringan dengan penjemuran dibawah sinar matahari sampai kering. Sesudah kopi di jemur kering maka selanjutnya dilakukan proses menyangrai kopi sampai hitam pekat dan keluar aroma kopi sampai wangi. Langkah terakhir yang dilakukan adalah menggiling kopi sampai menjadi bubuk kopi.

 

Gambar 2.1                                                                                           Gambar 2.2

Pencucian Biji Kopi hingga bersih                 Penjemuran Biji Kopi dibawah Sinar Matahari

 

Gambar 2.3                                                                                           Gambar 2.4

Biji Kopi yang sudah kering                                                           Menyangrai Kopi dengan mesin

 

 

Gambar 2.4

Proses Penggilingan Biji Kopi menjadi Kopi Bubuk

  1. 3. Biaya pembangunan pabrik

Biaya pembangunan pabrik yang didapat dari hasil perhitungan adalah sebesar Rp  263.562.500,-. Dengan modal sebesar Rp 1.000.000.000,- didapat sisa modal sebesar Rp 736.437.500,-.  Sisa modal tersebut digunakan sebagai biaya awal produksi kopi pada bulan pertama.

 

4.  Cashflow Rencana Pabrik kopi Bubuk

  1. Pengeluaran

Biaya pengeluaran merupaka biaya yang dikeluarkan sebagai pembayaran kebutuhan-kebutuhan pabrik.

  1. Biaya investasi
  2. Luas tanah 250 m2 (Rp150.000/m2)                                    = Rp   37.500.000,-
  3. Biaya bangunan 90 m2 (Rp 2.000.000/ m2)                        = Rp 180.000.000,-
  4. Biaya pembelian mesin penggiling

(kapasitas 20-30kg/ jam)                                                    = Rp     6.000.000,-

  1. Biaya  pembelian mesin sangrai

(kapasitas 45 kg/jam) @1,5 juta x 2 buah                           = Rp     3.000.000,-

  1. Mobil                                                                                 = Rp   23.000.000,-
  2. Genset                                                                                = Rp    7.000.000,
  3. Pembayaran IMB untuk pabrik                                           = Rp     3.262.500,-
  4. Pembayaran pendirian CV                                      = Rp     3.800.000,-

(akta, domisili,NPWP, daftar pengadilan, SIUP, TDP)

—————————- +

= Rp  263.562.500,-

 

  1. Biaya Variabel
    1. Energi listrik @Rp 1.500.000,-  x 12                                  = Rp     18.000.000,-
    2. Kemasan produk @Rp 500/kg (550 Kg x 26 x 12)            = Rp     85.800.000,-
    3. Bahan baku 550kg/hari @Rp 7.500/kg

(550kgx26harix12bulan)                                                     = Rp 1.287.000.000,-

  1. Biaya perawatan @Rp. 500.000,-/bulan                             = Rp        6.000.000,-

5.  Biaya tenaga kerja sebanyak 17 orang :

  1. Tenaga kerja pabrik (buruh)

5 orang x Rp 750.000/bulan                                         = Rp      45.000.000,-

  1. Tenaga kerja (office)

2 orang x Rp 1.000.00/bulan                                        = Rp     24.000.000,-

  1. Tenaga kerja (distributor)

2  orang x Rp 750.000/bulan                                         = Rp       18.000.000,-

  1. Biaya peralatan pekerja:                                                      = Rp         3.000.000,-
    1. Biaya pajak:
    2. Pembayaran pajak promosi:
      1. Reklame suara (radio) @ Rp 80.000/bulan                   = Rp          960.000,-
      2. Reklame papan (billboard) ekonomi kelas

@ Rp.150.000,-/bulan                                                 = Rp       1.800.000,-

  1. Reklame tempel (stiker) Rp 5/cm2

10cm x 10cm = 100cm2 x Rp 5 = Rp 500,-

30 hari x Rp 500          @15000/bulan                         = Rp         180.000,-

  1. Biaya tak terduga                                                                = Rp     10.000.000,-

——————————– +

= Rp1.483.540.000,-

  1. Biaya Pendapatan

Biaya pendapatan adalah biaya yang didapat dari hasil penjual kopi. Kopi yang diproduksi dijual dengan harga Rp. 28.000,-/ kg. Harga tersebut merupaka harga pasaran dari kopi arabika. Harga tersebut digunakan karena, perusahaan tidak mungkin memasok harga lebih mahal atau murah dengan alasan peminat pasar.

Kopi terjual 500kg/hari x Rp. 28.000 =  Rp. 14.000.000,-/hari

Rp. 14.000.000 x 26 x12 =  Rp. 4.368.000.000

 

  1. Keuntungan

Keuntungan didapat dari pendapatan pertahun dikurangi dengan biaya variabel

Rp. 4.368.000.000 – Rp. 1.483.540.000 = Rp. 2.884.460.000/ tahun

 

  1. Perhitungan Biaya

Perhitungan biaya terbagi menjadi dua yakni perhitungan untuk biaya tetap dan perhitungan untuk biaya variabel atau tidak tetap yakni biaya yang dipengaruhi oleh kapasitas produksi.

a. Biaya Investasi

 

 

b.  Biaya Modal Kerja

 

 

c. Pembayaran Angsuran Kebank

 

d. Pendapatan (Analisis Rugi Laba)

 

 

e. Harga Pokok Penjualan (Harga Jual)

 

 

F. Aliran Kas

 

 

G.Pay Back Period

 

 

 

 

 

 

Kesimpulan

Kesimpulan dari rencana pabrik bubuk adalah rencana yang telah dibuat dapat direalisasikan untuk membuat pabrik kopi yang sebenarnya. Hal itu dapat diliat dari aliran dana yang ada, yaitu hasil penjualan dapat menutupi biaya pengeluran pabrik dalam melakukan produksi kopi, Dengan total pengeluaran per tahun sebesar Rp. 1.483.540.000 dan pendapatan per tahun sebesar Rp. 4.368.000.000 sehingga didapat keuntungan per tahun sebesar  Rp. 2.884.460.000.

Modal yang ada akan dilunasi selama 5 tahun,  dimana pembayaran per tahun Rp. 1.000.000.000/ 5 tahun = Rp. 200.000.000 dengan bunga per tahun 10%. Pada tahun pertama, pembayaran modal sebesar Rp. 300.000.000, kedua Rp. 280.000.000, ketiga Rp. 260.000.000, keempat Rp. 240.000.000. dan pada tahun kelima sebesar Rp. 220.000.000.

 

 

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

PERENCANAAN PEMBUATAN PABRIK TEPUNG KANJI

NAMA KELOMPOK:

  • ARIEF NURDINI / 30408152
  • ANGGITA PUSPITASARI / 30408127
  • ERLAN GUS HERMAWAN / 30408316
  • ERWIN IRIANTO SIAHAAN / 30408318
  • GHINA ANGGRAINI / 30408390
  • HAMDY

 

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Kehidupan bangsa Indonesia umumnya ditopang oleh pembangunan di segala bidang industri jasa maupun pengolahan bahan baku menjadi bahan jadi dan hasil pertanian atau yang biasa disebut dengan agroindustri. Semakin berkembangnya industri pangan selain dapat memberikan keuntungan bagi masyarakat, juga dapat memberikan dampak negatif dari berbagai sektor. Salah satu dampak negatif dengan berkembangnya industri adalah timbul pencemaran lingkungan yang berasal dari limbah industri. Limbah tersebut merusak keseimbangan sumber daya alam dan kelestarian alam.

Industri tepung tapioka atau kanji merupakan salah satu industri pangan yang terdapat di Indonesia. Bahan baku industri ini adalah umbi ketela pohon yang diolah menjadi tepung tapioka. Tepung tapioka merupakan bahan baku untuk keperluan industri makanan, industri tekstil, industri kertas, dan lain-lain. Limbah industri tapioka termasuk limbah organik, karena ditimbulkan sebagai sisa dari pengolahan ketela pohon yang merupakan salah satu bahan organik. Apabila masalah limbah ini tidak ditangani, maka dapat menimbulkan pencemaran lingkungan.

Sebagian besar industri tapioka berlokasi dekat pemukiman berpenduduk padat ataupun di tepi sungai. Lokasi industri di daerah tersebut dapat berakibat fatal bagi lingkungan dan makhluk hidup yang mendiami daerah sekitar. Semakin berkembangnya lingkungan industri maka, perlu dilakukan upaya pengelolaan lingkungan di industri tapioka. Pengelolaan lingkungan ini tidak hanya dilakukan setelah proses produksi selesai. Pengelolaan lingkungan ini diarahkan dengan melakukan perubahan dalam proses produksi. Selain itu, perlu dilakukan pembangunan lokasi pabrik Industri yang strategis dan penuh pertimbangan. Sehingga dapat dilakukan penghematan-penghematan dalam pemakaian sumber daya serta mengurangi beban pencemar yang keluar sebagai hasil dari proses.

Perumusan Masalah

Rencana dalam pembuatan pabrik tepung singkong (kanji) tentunya memiliki suatu permasalahan yang perlu dikembangkan. Permasalahan tersebut menyangkut bagaimana melakukan perencanaan pembangunan pabrik tepung kanji dengan modal sebesar Rp 2.000.000.000 hingga pabrik tersebut beroperasi dan menghasilkan tepung kanji yang siap jual.

Pembatasan Masalah

Perencanaan pembuatan pabrik tepung kanji ini pun dibatasi oleh beberapa hal. Adapun pembatasan dalam masalah ini adalah sebagai berikut:

  1. Pabrik yang akan dibuat merupakan pabrik tepung kanji.
  2. Modal rencana pembuatan pabrik adalah Rp. 2.000.000,00.
  3. Lokasi pembuatan pabrik adalah di kabupaten Sukabumi Selatan.
  4. Kapasitas produksi pabrik adalah sebesar 5 ton per hari.

Tujuan Penulisan

Pembuatan pabrik tepung kanji ini mempunyai beberapa tujuan. Adapun tujuan-tujuan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Mampu melakukan analisis dan estimasi biaya pembuatan pabrik tepung kanji dengan modal sebesar Rp. 2.000.000.000,00.
  2. Mampu mengidentifikasikan hal-hal yang diperlukan dalam pembuatan pabrik tepung kanji.
  3. Mampu mengimplementasikan analisis dan estimasi biaya ini dalam kehidupan nyata.



PEMBAHASAN

Industri tapioka mulai berkembang sejak tahun 1980-an. Industri pengolahan tapioka ini menggunakan modal sendiri dan sebagian menggunakan modal dari perbankan dan bantuan dari BUMN serta kemitraan. Di Indonesia, industri tepung tapioka memiliki asosiasi, yaitu Assosiasi Tepung Tapioka Indonesia (ATTI) yang berpusat di Jakarta. Keberadaan asosiasi ini belum begitu dirasakan oleh pihak-pihak terkait terutama petani yang tidak dapat menikmati harga singkong sesuai dengan kesepakatan antara pemda, petani dan pengusaha. Sementara pengusaha tidak dapat memperoleh bahan baku secara langsung dari petani. Asosiasi ini diharapkan dapat berperan dalam pengendalian harga pasar tepung tapioka, harga bahan baku serta akses permodalan bagi pengusaha, sehingga industri tapioka dapat berkembang dalam rangka memenuhi permintaan pasar dalam negeri dan pasar luar negeri.

Tapioka atau kanji atau tepung singkong ini berbahan dasar singkong. Singkong disebut juga ubi kayu atau ketela pohon. Singkong merupakan bahan baku berbagai produk industri, yakni meliputi industri makanan, farmasi, tekstil, dan lain-lain. Dalam industri makanan, pengolahan singkong, dapat digolongkan menjadi tiga yaitu hasil fermentasi singkong, singkong yang dikeringkan, dan tepung singkong atau tepung tapioka.

Gambar 1. SingkongGambar 1. Singkong

(Sumber : http://www.iptek.net.id/ind/terapan/images)

Teknologi yang dapat digunakan dalam industri tepung kanji atau tapioka adalah industri tradisional, semi modern, dan full otomate. Industri tradisional adalah industri pengolahan tapioka yang mengandalkan sinar matahari dan produksi tergantung pada musim. Industri semi modern menggunakan mesin pengering (oven) dalam tahap pengeringan. Sedangkan, industri full otomate yaitu industri pengolahan tapioka yang menggunakan mesin dari proses awal sampai produk jadi. Industri tapioka yang menggunakan peralatan full otomate berarti memiliki efisiensi tinggi, karena proses produksi memerlukan tenaga kerja yang sedikit, waktu lebih pendek, serta menghasilkan tapioka yang berkualitas.

Tenaga kerja pada industri tapioka tidak memerlukan keahlian khusus. Jumlah tenaga kerja pun ditentukan oleh kapasitas produksi dan teknologi yang digunakan. Semakin tinggi volume produksi semakin besar jumlah tenaga kerja yang diserap. Tenaga kerja yang dibutuhkan meliputi seluruh proses produksi dari pengupasan sampai pada pengeringan produk. Adapun tahapan proses produksi dari pembuatan tepung tapioka, yaitu sebagai berikut:

  1. Pengupasan
    Pengupasan dilakukan dengan cara manual yang bertujuan untuk memisahkan daging singkong dari kulitnya. Selama pengupasan, dilakukan pula tahap pemilihan singkong yang berkualitas tinggi dari singkong lainnya. Singkong yang kualitasnya rendah tidak diproses menjadi tapioka dan dijadikan sebagai makanan untuk ternak.
  2. Pencucian
    Pencucian dilakukan dengan cara manual, yaitu dengan meremas-remas singkong di dalam bak yang berisi air. Hal ini bertujuan untuk memisahkan kotoran pada singkong.
  3. Pemarutan. Pada tahap pemarutan ini dilakukan cara semi mekanis. Tahap ini maksudnya adalah pemarutan dilakukan dengan digerakkan oleh generator. Pada tahap ini tidak sepenuhnya menggunakan tenaga maksimal manusia.
  4. Pemerasan
    Tahap pemerasan ini dilakukan dengan menggunakan saringan goyang. Dimana setelah dilakukan pemarutan dan dihasilkan bubur singkong, lalu bubur singkong tersebut diletakkan di atas saringan yang digerakkan dengan mesin. Pada saat saringan bergoyang, ditambahkan pula air melalui pipa berlubang. Pati yang dihasilkan ditampung dalam bak pengendapan.

Gambar 2. Mesin Pemerasan

5. Pengendapan. Pati hasil pemerasan diendapkan dalam bak pengendapan selama 4 jam. Air di bagian atas endapan dialirkan dan dibuang, sedangkan endapan diambil dan dikeringkan.

6. Pengeringan. Tahap pengeringan ini memerlukan mesin oven. Sebaiknya tepung tapioka yang dihasilkan mengandung kadar air 15-19%.

Industri pengolahan singkong ini juga memiliki berbagai kendala. Salah satunya adalah masalah ketersediaan bahan baku. Ketersediaan bahan baku sangat penting karena apabila terjadi kelangkaan bahan baku singkong, maka produksi akan macet. Oleh karena itu, kemitraan dengan petani sebagai pemasok bahan baku sangat diperlukan. Disamping untuk menjamin ketersediaan bahan baku, kemitraan ini juga untuk menjamin kualitas bahan baku.

Dalam pembuatan pabrik ini kami memakai jasa kontraktor PT. SENTRA SUCCES. Kami memilih PT ini karena mereka mampu membuat pabrik dengan tata layout yang terbaik dan harganya pun terjangkau untuk pembuatan pabrik singkong ini.

BIAYA OPERASIONAL

No Asumsi Satuan Jumlah/nilai
1 Periode proyek Tahun 2
2 Ruas tanah Hektar 1
3 Hari kerja Per bulan Hari 25
-Bulan kerja per tahun Bulan 12
-Hari kerja tenaga borongan Hari 300
4 Produksi dan harga - -
- Kapasitas maksimum/hari Ton 5
-Produksi per bulan Ton 125
-Produksi per tahun Ton 1500
-Harga tapioka per ton Ton 3.800.000,-
-Produksi onggok per bulan Ton 20
5 Rendaman per ton bahan baku - -
-Tapioka % 25%
-Onggok % 8%
6 Penggunaan tenaga kerja - -
-Tenaga manajerial Rp/Orang -
-Tenaga kerja tetap Rp/Orang 20
7 Upah tenaga kerja per hari - -
-Tenaga manajerial Rp/Orang -
-Tenaga Kerja Tetap Rp/orang 30.000 per hari
8 Bahan baku per bulan Ton 125
9 Harga bahan baku Rp/ton 400.000
10 Discount factor/suku bunga % 5%

A. Singkong

1 kg : Rp. 400,00

12,5 ton : Rp. 5.000.000,- dengan potongan 5 % menjadi Rp. 4.750.000 / hari = Rp. 118.750.000,00/bulan = Rp. 1.425.000.000/tahun.

B. Hari Kerja

Jam 8 s.d 12…. Break……jam 13 s.d 17 (8jam / hari) dengan hari Jum’at sebagai hari libur dan hari kerja Sabtu sampai Kamis. (1 bulan : 25 hari) dengan 7 divisi pekerjaan dengan jumlah operator sebanyak 20 orang.

  1. Pengupasan   = 10 orang
  2. Pencucian     =  3 orang
  3. Penggilingan =  2 orang (packing)
  4. Pemerasan     =  2 orang (packing)
  5. Penyaringan   = 1 orang
  6. Penirisan       = 1 orang
  7. Pengeringan   = 1 orang (packing) dengan menggunakan oven listrik

Setelah semua proses tersebut dilakukan, maka jadilah tepung tapioca.

C. Gaji : 1 orang   : Rp. 750.000,00 / bulan

20 orang  : Rp. 15.000.000,00 / bulan = Rp. 180.000.000,00/tahun

D. Energi

Listrik  : Rp. 1.500.000 / bulan = Rp. 18.000.000,00 / tahun

Solar    : 1 mesin : 20 liter (Rp. 4500/liter)

20 liter  : Rp. 90.000,00/hari

1 mesin dengan kapasitas 20 liter : Rp. 90.000,00/hari

1 mesin dengan kapasitas 20 liter : Rp. 2.250.000/bulan

1 mesin dengan kapasitas 20 liter : Rp. 27.000.000/tahun

E. Telepon

Biaya Telepon per bulan : Rp. 1.000.000/bulan

biaya telepon per tahun    : Rp. 12.000.000,-

F. Marketing

Promosi menggunakan Brosur     : Hanya pada kawasan Bogor

Promosi menggunakan Agen       : Daerah Cianjur, Sukabumi

Promosi menggunakan Internet   : Sistem Kontrak

Total Promosi                                : Rp. 1.000.000,-

G.    Transportasi

Mobil Truk 2 buah                      : Rp. 384.000.000,-

Transportasi (untuk bensi dll)  : Rp. 300.000.000,-      +

Total Transportasi                       : Rp. 684.000.000,-

H.    Perawatan Mesin

Harga Mesin (Mesin ada 3 buah) : Rp. 350.000.000 masa 5 tahun

Perawatan mesin satu minggu      : Rp. 300.000 / Minggu

Perawatan mesin satu bulan         : Rp. 1.200.000 / Bulan

Perawatan mesin satu tahun         : Rp. 14.400.000 / Tahun

Biaya Mesin Genset                         : Rp.15.000.000

I.      Total Biaya Tahunan

Bahan baku                    : Rp.  1.425.000.000

Gaji                                  : Rp.  180.000.000

Listrik                             : Rp.   18.000.000

Solar                                : Rp.    27.000.000

Telepon                           : Rp.    12.000.000

pembelian mesin            : Rp.  350.000.000,-

Perawatan mesin           : Rp.    14.400.000

Marketing                       : Rp.      12.000.000

Biaya Mesin Genset       : Rp.    15.000.000   +

Total biaya                      : Rp.  2.053.400.000

J.     Biaya Tanah

Surat Izin (PBB dan Pajak)         : Rp.   10.000.000

Harga Tanah (400 meter)          : Rp. 100.000.000

Pembangunan (Kontraktor)       : Rp. 500.000.000   +

Total Biaya                                   : Rp. 610.000.000

K.    Biaya tahunan dan tanah

Biaya tahunan                  : Rp.    2.053.400.000

Biaya Transportasi          : Rp.      684.000.000,-

Biaya Tanah                     : Rp.      610.000.000   +

Total Biaya                       : Rp.   3.347.400.000,-

L.     Sisa Uang

Besar Modal pinjaman dari Bank            : Rp. 2.000.000.000

Tambahan peminjaman modal                 : Rp. 1.350.000.000

Biaya tahunan dan tanah                         : Rp. 3.347.400.000  -

Total Sisa Uang                                        : Rp.         2.600.000

PERINCIAN KEUNTUNGAN

Selama 1 hari dapat menghasilkan 5 ton Tepung tapioka, maka selama 1 tahun mampu menghasilkan 1500 ton tepung tapioka. Dimana 1 karung tepung tapioka berisi 50 kg tapioca. Dengan harga 1 kilogram tapioka sebesar Rp. 4000.

1 karung tapioka         : Rp. 190.000

100 Karung tapioka    : Rp. 190.000.000 / hari

: Rp. 475.000.000 / bulan

: Rp. 5.700.000.000 / Tahun

 

Onggok 1 karung 50 kg   : Rp. 30.000,-

40 karung onggok            : Rp. 1.200.000,- / hari

: Rp. 30.000.000,- / bulan

: Rp. 360.000.000,- / tahun

Biaya bersih:

100 karung tapioka (1tahun)   : Rp. 5.700.000.000

40 karung onggok (1 tahun)    : Rp.    360.000.000   +

Total                                          :Rp. 6.060.000.000

Modal+Bunga 10%                     : Rp. 1.842.500.000.     -

Total                                           : Rp. 4.217.500.000

  • Pengembalian modal dilakukan secara 2 tahap, yaitu tahun pertama sebesar 50% dan tahun kedua 50%

Keuntungan:

Total biaya Bersih                       : Rp. 4.217.500.000

Total biaya tahunan+tanah        : Rp. 3.347.400.000     -

Besar Keuntungan    Thn 1  : Rp.    870.100.000

Tahun Pertama

No

Input

Satuan

Jumlah

Harga(per satuan)

Nilai per bulan

Nilai per tahun

1

Tenaga kerja

-

-

-

-

-

A. Tetap

Orang/bulan

20

750.000

15.000.000

180.000.000

B. Tidak Tetap

-

-

-

-

-

Jumlah

Orang/bulan

20

750.000

15.000.000

180.000.000

2

Bahan Baku

-

-

-

-

-

A. Singkong

Ton

12.5

4.750.000

118.750.000

1.425.000.000

Jumlah

Ton

12.5

4.750.000

118.750.000

1.425.000.000

3

Biaya overhead

-

-

-

-

-

A. Solar

Liter/hari

20

4.500

2.250.000

27.000.000

B. Listrik

Bulan

1

1.500.000

1.500.000

18.000.000

C. Telepon

Bulan

1

1.000.000

1.000.000

12.000.000

Jumlah

22

2.504.500

4.750.000

57.000.000

4

Transportasi

-

-

-

-

-

A. Mobil truck

Unit

2

384.000.000

-

384.000.000

B. Bensin

Liter

150

4500

25.000.000

300.000.000

5

Penjualan Output

Ton per bulan

125

19.000.000

475.000.000

5.700.000.000

Perbaikan dan pemeliharaan alat

Minggu

1

300.000

1.200.000

14.400.000

6

Perizinan dan tanah

Rupiah

1

610.000.000

-

610.000.000

7

Pembeliaan mesin

Unit

4

365.000.000

-

365.000.000

8

Penjualan onggok

Ton

2

1.200.000

30.000.000

360.000.000

9

Marketing

Rupiah

1

1.000.000

1.000.000

12.000.000

10

Pengembalian modal + bunga 10% th 1

Rupiah

1

1.842.500.000

-

1.842.500.000

Jumlah Total Biaya

339.300.000

870.100.000


Keuntungan pada tahun ke-2

Bahan baku                 : Rp. 1.425.000.000,-

Gaji karyawan              : Rp.    180.000.000

Biaya overhead            : Rp.      57.000.000

Transportasi                 : Rp.   300.000.000

Maintenance                 : Rp.     14.400.000

Perijinan                        : Rp.     10.000.000

Marketing                     : Rp.     12.000.000      +

Total                            : Rp. 1,998,400,000


Pendapatan penjualan tahun ke-2:

Biaya bersih:

100 karung tapioka (1tahun)   : Rp. 5.700.000.000

40 karung onggok (1 tahun)    : Rp.    360.000.000  +

Total                                            Rp. 6.060.000.000


Total pendapatan :   Rp. 6.060.000.000

Rp.   870.100.000 +

Total                    :   Rp. 6.930.100.000


Total pengeluaran :    Rp. 1,998,400,000

Rp. 2.026.750.000    +

Rp. 4.025.150.000


Keuntungan            : Rp. 6.930.100.000

Rp. 4.025.150.000     -

Rp. 2.904.950.000

 

Tahun Kedua

No

Input

Satuan

Jumlah

Harga(per satuan)

Nilai per bulan

Nilai per tahun

1

Tenaga kerja

-

-

-

-

-

A. Tetap

Orang/bulan

20

750.000

15.000.000

180.000.000

B. Tidak Tetap

-

-

-

-

-

Jumlah

Orang/bulan

20

750.000

15.000.000

180.000.000

2

Bahan Baku

-

-

-

-

-

A. Singkong

Ton

12.5

4.750.000

118.750.000

1.425.000.000

Jumlah

Ton

12.5

4.750.000

118.750.000

1.425.000.000

3

Biaya overhead

-

-

-

-

-

A. Solar

Liter/hari

20

4.500

2.250.000

27.000.000

B. Listrik

Bulan

1

1.500.000

1.500.000

18.000.000

C. Telepon

Bulan

1

1.000.000

1.000.000

12.000.000

Jumlah

22

2.504.500

4.750.000

57.000.000

4

Transportasi

-

-

-

-

-

A. Bensin

Liter

150

4500

25.000.000

300.000.000

5

Penjualan Output

Ton per bulan

125

19.000.000

475.000.000

5.700.000.000

6

Perbaikan dan pemeliharaan alat

Minggu

1

300.000

1.200.000

14.400.000

7

Perizinan

Rupiah

1

10.000.000

-

10.000.000

8

Penjualan onggok

Ton

2

1.200.000

30.000.000

360.000.000

9

Marketing

Rupiah

1

1.000.000

1.000.000

12.000.000

10

Pengembalian modal + bunga 10% th 2

Rupiah

1

2.026.750.000

-

2.026.750.000

11

Sisa auang th 1

Rupiah

1

870.100.000

870.100.000

Jumlah Total Biaya

339.300.000

2.904.950.000

Break Event Point (BEP):

Biaya tetap

1. Bahan baku                       Rp. 1.425.000.000/tahun

2. Gaji                                     Rp.    180.000.000/tahun

3. Perawatan mesin             Rp.      14.400.000/tahun

4. Ijin                                     Rp.      10.000.000                 +

Total                                    Rp. 1.629.400.000 / tahun


Biaya variabel

1. Energy                              Rp.    45.000.000/tahun

2. Transportasi                    Rp.  300.000.000/tahun

3. Marketing                        Rp.      1.000.000/tahun            +

Total                                      Rp.  346.000.000/ tahun

 

BEP  = FC / (1-VC/P)

Dimana:

FC       : Biaya Tetap

P         : Harga jual per unit

VC      : Biaya Variabel per unit

 

BEP  = FC / (1-VC/P)

=  1.629.400.000 / (1- (364.000.000/5.700.000.000))

= 1.629.400.000 / 0.93614035

= 1.740.550.975,- / tahun

 

KESIMPULAN

1. Setelah melakukan perhitungan dari berbagai macam referensi baik melalui media informasi maupun langsung kepada orang yang mengerti akan harga bahan baku yang digunakan untuk membuat tepung kanji, yaitu singkong. Dengan menggunakan modal sebesar Rp. 2.000.000.000,00 serta tambahan pinjaman terhaap Bank sebesar Rp. 1.350.000.000 mampu melakukan proses pembuatan sebuah pabrik tepung kanji yang sudah meliputi biaya operasional pabrik selama 1 tahun, seperti tenaga kerja, perbaikan mesin, bahan baku, dll.

2. Pembuatan pabrik tepung kanji ini telah melalui proses perencanaan yang matang, baik dari segi pembuatan maupun dari segi produksi yang dihasilkan. Dengan mempertimbangkan segi ekonomis dalam proses produksinya guna meminimasi pengeluaran biaya operasional. Seperti penggunaan mesin dalam produksinya sehingga meminimasi tenaga kerja, mempertimbangkan hal yang biasanya terjadi seperti pemadaman listrik, telah tersedianya genset guna mengantisipasi terganggunya proses produksi.

3. Proses pembutan pabrik tepung kanji ini telah mempertimbangkan baik dari segi teoritis dalam perhitungannya maupun dari segi kehidupan nyata seperti harga bahan baku maupun peralatannya. Sehingga tidak menutup kemungkinan hasil analisis dan estimasi biaya yang telah dilakukan dalam proses pembuatan pabrik tepung kanji ini dapat diaplikasikan dalam dunia nyata.

 

No

Input

Satuan

Jumlah

Harga(per satuan)

Nilai per bulan

Nilai per tahun

1

Tenaga kerja

-

-

-

-

-

A. Tetap

Orang/bulan

20

750.000

15.000.000

180.000.000

B. Tidak Tetap

-

-

-

-

-

Jumlah

Orang/bulan

20

750.000

15.000.000

180.000.000

2

Bahan Baku

-

-

-

-

-

A. Singkong

Ton

12.5

4.750.000

118.750.000

1.425.000.000

Jumlah

Ton

12.5

4.750.000

118.750.000

1.425.000.000

3

Biaya overhead

-

-

-

-

-

A. Solar

Liter/hari

20

4.500

2.250.000

27.000.000

B. Listrik

Bulan

1

1.500.000

1.500.000

18.000.000

C. Telepon

Bulan

1

1.000.000

1.000.000

12.000.000

Jumlah

22

2.504.500

4.750.000

57.000.000

4

Transportasi

-

-

-

-

-

A. Mobil truck

Unit

2

384.000.000

-

384.000.000

B. Bensin

Liter

150

4500

25.000.000

300.000.000

5

Penjualan Output

Ton per bulan

125

19.000.000

475.000.000

5.700.000.000

Perbaikan dan pemeliharaan alat

Minggu

1

300.000

1.200.000

14.400.000

6

Perizinan dan tanah

Rupiah

1

610.000.000

-

610.000.000

7

Pembeliaan mesin

Unit

4

365.000.000

-

365.000.000

8

Penjualan onggok

Ton

2

1.200.000

30.000.000

360.000.000

9

Marketing

Rupiah

1

1.000.000

1.000.000

12.000.000

10

Pengembalian modal + bunga 10% th 1

Rupiah

1

1.842.500.000

-

1.842.500.000

Jumlah Total Biaya

339.300.000

870.100.000

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Perencanaan Pembangunan Pabrik Teh

TUGAS ANALISIS DAN ESTIMASI BIAYA

PERENCANAAN PEMBANGUNAN PABRIK TEH

Disusun Oleh:

Nama/ NPM          :     1. Denny Sindy Pratama    / 30408263

2. Eko Hadi Nur Effendy   / 30408307

3. Natal Maha Prima G      / 30408606

4. Gerson Eliezer Jelira      / 31408051

5. Fajar Sidik                        / 30408334

6. Eki Dwi Prasetyo       / 30408303

7. Ragil Rahmadi                / 30408676

Kelas                      : 3 ID 01

 

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

UNIVERSITAS GUNADARMA

DEPOK

2010

 

Perencanaan Pembangunan Pabrik Teh

  1. Teh atau tea (dalam bahasa Inggris), merupakan minuman yang sudah tak asing lagi bagi masyarakat. Minuman berwarna coklat ini sering dikonsumsi masyarakat di belahan dunia. Indonesia sebagai salah satu negara penghasil teh terbesar di dunia masih minim sekali dalam pengolahan pucuk teh. Pengolahan pucuk teh tidak bisa dilakukan sembarangan, untuk itu perlu dilakukan proses yang sesuai prosedur pengolahan teh. Prosedur pengolahan teh dapat terlaksana dengan baik jika diselesaikan oleh tangan-tangan para ahli. Para ahli dapat bekerja dengan baik, jika didukung oleh suasana dan tempat bekerja yang baik pula. Suasana dan tempat bekerja yang baik, bisa diciptakan di dalam pabrik yang sesuai standar. Untuk itu pada prosesnya, dalam membuat teh perlu di buat pabrik teh yang sesuai dengan standar.

Teh biasanya sering disajikan untuk tamu maupun keluarga. Teh sangat digemari karena selain harum, juga memiliki khasiat bagi kesehatan. Dalam teh terdapat zat-zat yang dapat digunakan untuk terapi kesehatan. Manfaat teh bagi masyarakat antara lain, adalah sebagai antioksidan, memperbaiki sel-sel yang rusak, menghaluskan kulit, melangsingkan tubuh, mencegah kanker, mencegah penyakit jantung, mengurangi kolesterol dalam darah, melancarkan sirkulasi darah. Dengan demikian, pantas jika masyarakat menyebut minuman ini sebagai minuman kaya manfaat.

Teh sebagai minuman yang kaya manfaat memiliki beberapa kandungan zat di dalamnya, antara lain. Polifenol, pada teh berupa katekin dan flavanol. Senyawa ini berfungsi sebagai antioksidan untuk menangkap radikal bebas dalam tubuh juga ampuh mencegah berkembangnya sel kanker dalam tubuh. Radikal bebas ada di tubuh kita karena lingkungan udara yang tercemar polusi dan juga dari makanan yang kita makan. Vitamin E, dalam satu cangkir teh mengandung vitamin E sebanyak sekitar 100-200 IU yang merupakan kebutuhan satu hari bagi tubuh manusia. Jumlah ini berfungsi menjaga kesehatan jantung dan membuat kulit menjadi halus. Vitamin C, berfungsi sebagai imunitas atau daya tahan bagi tubuh manusia. Selain itu vitamin C juga berfungsi sebagai antioksidan yang diperlukan untuk ketahanan tubuh manusia terhadap penyakit. Vitamin A, terdapat pada teh berbentuk betakaroten merupakan vitamin yang diperlukan tubuh dapat tercukupi.

Pertumbuhan dan perkembangan tanaman teh dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Faktor lingkungan fisik terdiri dari iklim dan tanah, sesdangkan faktor lingkungan biologi terdiri dari tanaman naungan dan gulma. Sebagai tanaman yang berasaldari daerah subtropis, maka tanaman teh di Indonesia menghendaki udara yang sejuk. Suhu udara yang baik bagi tanaman teh adalah suhu harian yang berkisar antara 130-250˚C yang diikuti oleh cahaya matahari yang cerah dan kelembaban relatif pada siang hari tidak kurang dari 70%. Tanaman teh akan berhenti perkembangannya apabila suhu dibawah 130˚C dan diatas 300˚C serta kelembaban relatif kurang dari 70˚C, serta curah hujan minimum yang diperlukan tanaman teh adalah 1.100 mm/tahun.

Gambar 1.1 Perkebunan Teh di Dataran Tinggi

Faktor lingkungan fisik lainnya yang mempengaruhi tanaman teh adalah tanah. Tanaman teh menghendaki tanah yang subur, yang mengandung banyak makanan bagi tanaman. Tanaman teh menyukai tanah yang agak masam dengan pH 5,5. Sedangkan untuk ketinggian tempat dari permukaan laut, akan baik bila tumbuh dan berkembang pada ketinggian 1200-1800 m diatas permukaan laut, namun, ketinggian tempat dari permukaan laut tidak menjadi faktor pembatas bagi pertumbuhan tanaman teh, sepanjang iklim dan tanahnya serasi bagi tanamn teh. Oleh karena itu, kebun-kebun teh di daerah rendah memerlukan pohon pelindung. Salah satu maksud dari pohon pelindung ini ialah untuk mempengaruhi suhu udara, agar suhu udara lebih rendah yang memungkinkan teh dapat tumbuh dengan baik.

Gambar 1.2 Perkebunan Teh

Gambar 1.3 Proses Pemetikan Daun Teh

2.    Perusahaan kontraktor yang membuat pabrik teh adalah PT. Bauer Pratama Indonesia. Perusahaan tersebut beralamat di Cilandak Commercial Estate Gedung 110 Bldg 110NGW, Cilandak Commercial Estate Gedung 110, Jalan Cilandak KKO Raya, 12560, Jkt, Indonesia.

Kemudian didapatkan tanah di daerah Mangunreja Tasikmalaya dengan luas yang diinginkan yaitu 500m2. Harga permeter persegi di daerah tersebut adalah Rp 800.000. Sehingga, dana yang dikeluarkan untuk pembelian lahan tanah sebesar  Rp 400.000.000.

Luas lahan sebesar tersebut dibagi menjadi 2 bagian, bagian pertama sebesar 300m2 untuk lahan pengolah pabrik. Sedangkan, sisanya sebesar 200m2 dimanfaatkan untuk penghijauan, kantin, dll.

Biaya-biaya untuk bangunan dari pabrik seluas 500m2 yang telah dianggarkan oleh kontraktor adalah sebagai berikut:

1. Biaya desain bangunan                                     :  Rp  30.000.000

2. Bahan baku pembangunan                                :  Rp. 300.000.000

3. Biaya Kontraktor                                              :  Rp. 170.000.000

4. Pembangunan infrastruktur                               : Rp. 50.000.000

5. Perlengkapan interior dalam pabrik                  : Rp.  50.000.000

Sehingga total biaya pembangunan pabrik teh yang baru sebesar Rp. 1.000.000.000,-

Proses Pembuatan Teh

Proses pembuatan teh meliputi beberapa tahap yang harus dilakukan dalam membuat teh yang berkualitas. Berikut ini adalah tahapan-tahapan membuat teh:

1. Proses pelayuan pucuk

Pucuk teh yang telah dipetik akan terjadi perubahan – perubahan senyawa polisacharida dan protein. Ini mengakibatkan perubahan gula didalam daun yang dilayukan. Kandungan asam amino akan meningkat demikian pula dengan asam – asam organik lainnya. Semua perubahan ini dalam istilah pengolahan disebut sebagai proses pelayuan hal ini memberi pengaruh terhadap mutu teh. Perubahan – perubahan kimiawi ini akan terganggu apabila pucuk terkena udara panas secara berlebihan atau pucuk mengalami kerusakan mekanis. Agar pucuk dapat digiling dengan baik pada proses penggilingan maka pucuk harus lentur. Oleh sebab itu kandungan air pucuk harus dikurangi dengan cara menghembuskan angin dengan RH rendah melalui pucuk.

Pelayuan fisik ini dapat dilaksanakan dengan menggunakan udara panas dengan waktu kurang dari 6 jam. Kerataan tingkat layu fisik sangat menentukan mutu teh. Hasil petikan pucuk yang kasar dan rusak tidak akan menghasilkan mutu yang baik. Kira – kira 65 % air yang terkandung di dalam pucuk segar harus dihilangkan selama proses pelayuan, agar pucuk layu cukup lentur dan lemas untuk dapat digiling tanpa terpotong-potong.

Di dalam praktek pelayuan dilakukan dengan menggunakan kontak layuan ( Witehring trough ) atau dengan menggunakan rak – rak kayu yang ditumpuk. Di ujung kotak atau rak terdapat kipas yang berfungsi untuk menarik hawa panas yang dihasilkan dari mesin pengeringan yang terletak disebelah bawah kamar pelayuan.

2. Penggilingan Pucuk Layu

Tujuan utama penggilingan dalam pengolahan teh hitam adalah :
Mememarkan dan menggiling seluruh bagian pucuk agar sebanyak mungkin sel – sel daun mengalami kerusakan sehingga proses fermentasi dapat berlangsung secara merata. Memperkecil daun agar tercapai ukuran yang sesuai dengan ukuran grade – grade teh yang diharapkan oleh pemasaran. Memeras cairan sel daun keluar sehingga menempel pada seluruh permukaan partikel – pertikel teh.

Mesin – mesin dan peralatan yang digunakan dalam pembuatan teh terdiri dari:

  1. Mesin penggilingan Open Top Roller( OT ) yaitu sebuah selinder yang terbuka di bagian atasnya dan bergerak memutar horizontal di atas sebuah meja yang dilengkapi dengan jalur – jalur gigi dan kerucut tumpul  pada titik pusatnya, alat ini terbuat dari bahan metal yang tahan karat dimana kecepatan putarannya 42 rpm.
  2. Mesin penggiling press Cap Roller ( PC ) yang bentuknya sama dengan OT. Hanya saja penekan atau press cap untuk memberikan tekanan pada teh yang sedang digiling.
  3. Mesin giling Rotervance ( RV ) yaitu sebuah silinder yang berukuran garis tengah inci ( 20 cm ) yang diletakan horizontal. Di dalam selinder ini terdapat as yang dilengkapi dengan sirip – sirip spiral pengisi. Pada bagian ujung terdapat plat pengatur tekanan berbentuk silang. As berputar dengan kecepatan 40 – 46 rpm tergantung dari kebutuhan.
  4. Mesin ayak pemecah gumpalan teh atau Ballbreaker sifter ( BBS ). yang berputar horizontal dengan rpm 140 dilengkapi dengan konveyor pengisi untuk mengatur kerataan jumlah teh yang diayak.
  5. Mesin pengering konvensional (endles chain pressure dryer).
  6. Mesin winnower yang digunakan untuk memisahkan ukuran teh sesuai grade-grade yang beredar di pasaran.
  7. Mesin pengepakan digunakan untuk membungkus produk jadi dengan ukuran beratnya adalah 1 kg.

Proses penggilingan dapat juga dikatakan proses sortasi basah., karena pada tahap ini hasil penggilingan akan berbentuk beberapa jenis bubuk teh : bubuk – 1, bubuk- 2, bubuk-3, bubuk-4 dan yang paling kasar disebut badag. Bubuk –1 dihasilkan dari pengayakan hasil pertama dari gilingan kedua dan demikian selanjutnya. Urutan proses penggilingan di pabrik teh Maleber disusun sebagai berikut ( salah satu dari program giling ) : gilingan pertama menggunakan OT selama 40 Menit gilingan kedua : seluruh hasil gilingan pertama digiling ulang dengan rotervane 8” pengayakan hasil gilingan rotervane 8” (bubuk–1).

Penggilingan ketiga menggunakan PC untuk sisa pengayakan ke-1 pengayakan hasil gilingan PC ( bubuk – 2 ). Penggilingan keempat menggunakan PC untuk sisa pengayakan ke-2 pengayakan hasil gilingan PC ( bubuk –3 dan badag ) Penggilingan PC memakan waktu 30 menit dengan pemberian tekanan 2 x 10 menit dan melepas tekanan ( Kirab ) 2 x 5 menit. Berbagai jenis program digunakan dalam praktek oleh pabrik – pabrik teh hitam di Indonesia. Dalam hal ini yang diperhatikan adalah bahwa proses penggilingan ini disertai oleh proses fermentasi.

Proses fermentasi memerlukan pengaturan waktu yang tepat. Oleh sebab itu setiap program giling harus di tunjang oleh kelengkapan mesin yang tepat dan cukup jumlahnya dengan layout penempatan yang tepat pula. Kesemuanya disesuaikan pula dengan potensi hasil kebunnya. Mutu hasil akhir pengolahan teh hitam yang mantap ( konstan ) dari hari ke hari, merupakan tujuan yang utama. Didalam tahap proses penggilingan ini pula, dipersiapkan dan dibentuk ukuran teh, sehingga pada tahap sortasi teh tersebut sudah dalam ukuran yang sama.

Hasil penggilingan dan pengayakan basah yang baik, adalah yang dapat menghasilkan persentase yang setinggi mungkin untuk bubuk 1 dan 2 dengan ukuran teh yang kecil. Persentase bubuk 1 dan bubuk 2  harus sama dengan persentase bagian muda atau halus dari analisa pucuknya, dan kisama pula dengan persentase mutu ke 1 hasil sortasi keringnya.

Waktu lama fermentasi dihitung ketika pucuk layu masuk kedalam mesin giling pertama sampai bubuk hasil giling pertama dimasukan kedalam mesin pengering. Agar semua bubuk basah yang dihasilkan setiap penggilingan mengalami waktu lama fermentasi yang sama, diperlukan perhitungan penyesuaian output gilingan dan input ( kapasitas ) mesin pengeringnya. Untuk itu setiap bubuk hasil penggilingan harus ditimbang dan dicatat. program giling diatas ternyata dapat menghasilkan bubuk 1 dan bubuk 2 masing –masing 30 % dan 40 % ( jumlah 78 % sampai 80 %).

Ruang penggilingan memerlukan kelembaban udara 95 % untuk menjaga agar tidak terjadi penguapan air dari teh yang sedang digiling. Khususnya bubuk basah yang sedang menungggu giliran masuk kedalam mesin pengering. Pengurangan kadar air dalam bentuk basah dapat menghambat proses oksidasi. Udara dalam ruangan harus segar dan cukup karena proses oksidasi memerlukan oksigen yang cukup pula.
Karena teh sangat peka terhadap bau-bauan, maka ruangan dan peralatan harus dijaga agar selalu bersih dan tidak bau. Air yang bersih untuk mencuci peralatan dan lantai ruangan harus cukup tersedia.

3. Pengeringan

Selain menghentikan proses oksidasi dalam bubuk teh basah, pengeringan bertujuan pula untuk menurunkan kandungan air didalam teh sampai +3 % kandungan air yang rendah ini bertujuan agar hasil pengeringan dapat mempertahankan mutu baiknya.
Mesin pengering konvensional yang hingga sekarang masih banyak digunakan industri teh adalah Endles Chain pressure Dryer ( ECP ).

Mesin ini mengeringkan teh diatas rantai – rantai baki. Mesin dengan rantai – rantai baki 2 tingkat disebut “two stage ECP” yang bertingkat 3 disebut “three stage ECP” dan yang 4 disebut “four stage ECP”. Jenis ECP yang mutakhir yang banyak digunakan adalah jenis two stage.
Udara panas dengan suhu + 98°C dihembuskan dari bawah melalui lapisan teh diatas rantai terbawah kemudian keluar melalui lapisan teh diatas rantai baki paling atas.

Suhu udara yang keluar dari mesin pengering ada sekitar 49°C kurang lebih 20 menit diperlukan untuk mngeringkan teh bubuk hingga kadar airnya mencapai 3%. Proses pengeringan bersama dengan proses penggilingan merupakan bagian dari pengolahan teh hitam yang harus dijalankan sesuai dengan tahapan pelaksanaan pekerjaan.

4. Sortasi keringan dan penyimpanan

Tujuan utama dari sortasi kering ini adalah memisahkan ukuran – ukuran teh yang terjadi akibat proses penggilingan menjadi kelompok-kelompok grade teh yang sesuai dengan permintaan pasaran teh sekarang (Internasional). Karena teh kering sangat peka terhadap kelembaban udara (sangat higroskopis) maka proses sortasi kering ini harus dilaksanakan sesederhana dan secepat mungkin. Grade – grade ( jenis- jenis ) teh hitam yang dihasilkan sebagian besar oleh pabrik – pabrik di Indonesia sekarang adalah :

1. BOP = Broken Orange Pecco

2.BOPF = Broken Orange Pecco Pannings

3.PF= Pecco Panings

4.Dust

5.BP = Broken Pecco

6. BT = Broken Tea

Persentase grade pertama ini umumnya dapat mencapai 70 % hingga 85 % dari semua teh yang dihasilkan tergantung dari mutu standar petikan dan kondisi pucuknya. Besar kecilnya ukuran, sehingga sesuai dengan permintaan standar ukuran pasaran teh hitam, tergantung dari standar petikan, derajat layuan dan program gilingnya.

Mesin – mesin pengayak yang digunakan dalam sortasi kering, dibedakan satu dengan yang lainnya oleh jenis geraknya. Rotating sifter adalah mesin ayak yang gerakannya berputar horizontal. Sedangkan yang gerakannya maju mundur disebut mesin ayak Reciprocating dan yang naik turun disebut Vibrating Sifter disamping itu mesin pemisah tulang Electrostatic Stalk Separator. Winnower adalah mesin pemisah ukuran teh menurut berat jenis dengan menggunakan kipas penghisap angin.
Mesin ayak yang gerakannya maju mundur digunakan untuk memisahkan ukuran – ukuran yang bentuknya memanjang dari ukuran – ukuran teh yang bentuknya bulat.

Segera setelah selesai proses sortasi kering ini, semua teh ditimbang menurut jenis gradenya untuk kemudian dimasukan kedalam peti penyimpanan (peti miring atau tea bin). Dapat dibedakan bahwa sejumlah hasil timbangan grade-grade teh tersebut akan lebih besar dari pada berat teh keringnya. Besar kecilnya persentase overweight ini tergantung dari kelembaban udara ruang sortasi dan lamanya waktu yang diperlukan untuk proses sortasi. Penyimpanan teh dalam peti miring akan memberikan kesempatan bagi suatu proses pematangan mutu dan mengumpulkan teh menurut jenisnya sehingga dapat di kemas dalam jumlah yang sama pada setiap kali pengepakan.

3.    Total biaya pembangunan adalah sebesar Rp.1000.000.000, dengan demikian biaya pembangunan pabrik teh ini dapat dikatan lebih murah. Sisa dana dari pembangunan pabrik teh ini, akan digunakan sebagai modal kerja, yang meliputi pembelian bahan baku pembuatan teh seperti pembelian pucuk daun teh, gula, serta bahan-bahan lain yang digunakan untuk proses pembuatan teh, setelah itu untuk ongkos atau biaya tenaga kerja. Kemudian dana tersebut juga digunakan sebagai cicilan pinjaman dan bunga ke bank yang dibayarkan setiap tahun ke bank, dengan besar pembayaran pinjaman Rp.1.000.000.000/tahun dan bunga yang harus dibayar sebesar Rp.500.000.000, lalu biaya pembayaran energi yang dipakai yaitu listrik, setelah itu untuk biaya pengemasan produk yang dihasilkan, kemudian untuk marketing atau pemasaran yang dilakukan lewat media komunikasi seperti iklan ditelevisi, iklan lewat internet maupun memakai spanduk, lalu ada juga sosialisasi kemasyarakat dengan memberikan contoh teh hasil produksi pabrik ,dan perawatan mesin-mesin yang digunakan secara berkala dengan jangka waktu perawatan satu kali setiap bulannya.

4.    Cashflow Perencanaan Pembangunan Pabrik Teh

Diket: Dana Pinjaman = Rp. 4.500.000.000,-

i (bunga) = 10% / tahun

Kapasitas Produksi = 1000 kg/hari = 360.000 kg/hari

Harga Pucuk Teh = Rp. 1500,-/kg

Dit: 1.  Pendapatan/income = ?

2.  Pengeluaran/outcome:

- Pembelian Bahan Baku = ?

- Biaya Tenaga Kerja = ?

- Cicilan Pinjaman dan Bunga = ?

- Energi = ?

- Paking = ?

- Marketing = ?

- Perawatan = ?

3.  Saldo Sebelum dan Sesudah Pajak 10% = ?

4.  Tahun Berapa Lunas / Break Event Point (BEP) = ?

Jawab:

  1. Pendapatan / Dana Pinjaman = Rp. 5.500.000.000,-
  2. Pengeluaran:

-            Pembelian Bahan Baku = Kapasitas Produksi x Harga Pucuk Teh

= 360.000 kg/tahun x Rp. 1500 per kg

= Rp. 540.000.000,-/tahun

- Tenaga kerja yang dibutuhkan adalah 24 operator mesin, 3 orang mandor, 3 orang supervisor, dan 9 office boy yang terbagi dalam 3 shift kerja, dimana 1 shift kerja selama 8 jam. Selain itu, tenaga kerja lain yang dibutuhkan adalah 5 orang dibagian QC dan marketing. Sehingga total semua tenaga kerja yang dibutuhkan untuk pabrik teh yang baru ini adalah 59 tenaga kerja. Berikut ini adalah pengeluaran untuk biaya tenaga kerja:

Biaya tenaga kerja = (24 x Rp. 1.200.000) + (3 x Rp. 1.600.000) + (3 x Rp. 3.000.000) + (15 x Rp. 2.800.000) + (5 x Rp. 2.000.000) + (9 x Rp. 1.000.000)

=   Rp. 28.800.000 + Rp. 4.800.000 + Rp. 9.000.000 + Rp. 42.000.000 + Rp.10.000.000   + Rp. 9.000.000

=   Rp. 103.600.000,-/bulan

=   Rp. 1.243.200.000,-/tahun

-    Biaya Pembangunan pabrik = Rp. 1.000.000.000,-

-    Cicilan Pinjaman dan Bunga

Untuk cicilan pinjaman/tahun = Rp. 1.000.000.000,-

Untuk cicilan bunga/tahun = Rp. 500.000.000,-

Sehingga, biaya cicilan pinjaman dan bunga adalah Rp. 1.500.000.000,-/tahun.

-   Biaya Energi (Energi Mesin dan Energi Listrik)

* Mesin yang digunakan pada perencanaan pembuatan pabrik teh yang baru sebanyak 7. Berikut ini perincian harga dari masing-masing mesin:

1. Mesin penggilingan open top roller (OT)

Harga = Rp. 10.000.000,-

  1. Mesin penggiling press cap roller (PC)

Harga = Rp. 9.350.000,-

  1. Mesin giling rotervance (RV)

Harga = Rp. 8.100.000,-

  1. Mesin ayak pemecah gumpalan

Harga = Rp. 7.600.000,-

  1. Mesin pengering konvensional (ECP)

Harga = Rp. 3.000.000,-

  1. Mesin winnower

Harga = Rp. 3.500.000,-

  1. Mesin pengepakan

Harga = Rp. 2.200.000,-

Jadi, biaya total pembelian semua mesin adalah Rp. 43.750.000,-

*  Energi Listrik

Energi listrik yang digunakan selama sebulan adalah 9524 kwh, dimana harga 1 kwh untuk standar pabrik sebesar Rp. 2100,-. Sehingga, biaya yang harus dikeluarkan untuk kebutuhan energi listrik adalah:

Biaya energi listrik = 9524 kwh/bulan x Rp. 2100,-

= Rp. 20.000.400,-/bulan x 12 bulan

= Rp. 240.004.800,-/tahun

-  Paking

Bahan paking yang terbuat dari plastik yang digunakan untuk pengepakan produk jadi dipesan melalui supplier. Berikut ini adalah perincian biaya paking:

1 pack berisi 500 bungkus sehingga untuk memenuhi kapasitas produksi sebesar 1000 bungkus/hari maka setiap hari dibutuhkan 2 pack, dimana harga 1 pack adalah Rp. 100.000,-

Biaya paking   = 2 pack x Rp. 100.000,- = Rp. 200.000,-/hari x 30 hari = Rp. 6.000.000,-/bulan x 12 bulan = Rp. 72.000.000,-/tahun

-  Marketing

Distribusi produk jadi membutuhkan 2 mobil truk dengan melakukan pengiriman setiap harinya. Berikut ini biaya pembelian truk dan bahan bakar untuk menditribusikan produk jadi:

* Harga 2 mobil truk = Rp. 368.000.000,-

* Biaya bahan bakar = Rp. 200.000/hari x 30 hari = Rp. 6.000.000,-/bulan x 12 bulan = Rp. 72.000.000,-/tahun

*  Biaya promosi/iklan = Rp. 1.350.000,-/bulan x 12 bulan = Rp. 16.200.000,-/tahun

-  Perawatan

Perawatan meliputi perawatan mesin, perawatan mobil, dan perawatan gedung atau pabrik. Berikut ini adalah perincian biaya perawatan:

* Biaya perawatan mesin = 7 mesin x Rp. 500.000,- = Rp. 3.500.000,-/bulan x 12 bulan = Rp. 42.000.000,-/tahun

* Biaya Perawatan Mobil = 2 mobil x Rp. 500.000,- = Rp. 1.000.000,-/bulan x 12 bulan = Rp. 12.000.000,-/tahun

*  Biaya perawatan pabrik = Rp. 1.000.000,-/bulan x 12 bulan = Rp. 12.000.000,-/tahun

3. Saldo sebelum dan sesudah pajak 10%

Saldo akhir / sebelum pajak 10% = Rp. 5.500.000.000,-

Saldo akhir / setelah pajak 10% = Rp. 5.500.000.000,- + Rp. 550.000.000,- = Rp. 6.050.000.000,-

Tahun Berapa Lunas / Break Event point (BEP)

Laba/tahun = Rp. 1.059.645.200,-

n = 1, laba = Rp. 1.059.645.200,-

n = 2, laba = Rp. 2.119.290.400,-

n = 3, laba = Rp. 3.178.935.600,-

n = 4, laba = Rp. 4.238.580.800,-

n = 5, laba = Rp. 5.298.226.000,-

n = 5,9, laba = Rp. 6.092.959.900,- (Break Event Point)

5. Kesimpulan akhir dari perencanaan pembuatan pabrik teh baru adalah biaya pembangunan pabrik untuk kapasitas produksi 1000 kg/hari adalah Rp. 1 milyar. Selain itu, dana pinjaman dari bank sebesar Rp. 5,5 milyar, dimana biaya pembangunan pabrik sudah termasuk ke dalam pinjaman tersebut. Dan sisa dananya digunakan sebagai modal kerja. Biaya pengeluaran keseluruhan dalam membangun pabrik beserta produksinya menghabiskan dana sebesar Rp. 5.161.154.800,- sisanya sebesar Rp. 338.845.200,- digunakan sebagai biaya tak terduga. Modal produksi akan kembali (BEP) pada nilai sebesar Rp. 5.563.137.300 pada tahun ke-5 bulan ke-9.


Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

COFFEE HULLER

Nama : Lisa Amalia
NPM : 30408511
Kelas : 3ID01
Subject : SOFTSKILL ANALISIS DAN ESTIMASI BIAYA
Dosen : Zaenal Adilien (adilien@yahoo.com)

Jelaskan kegunaan alat / mesin ini:
Kegunaan mesin ini untuk penggilingan atau mengupas kulit kopi, baik perkamen dan kopi ceri kering. Serta Metode penggilingan sangat efisien menghasilkan output yang lebih tinggi dengan konsumsi daya yang rendah. Gesekan antara biji kopi adalah minimum dan karenanya tidak ada kerugian karena generasi debu kopi atau kerusakan biji.

Jelaskan proses pembuatan:
Proses pembuatan kopi itu ada dengan beberapa cara yaitu: Biji kopi yang sudah siap diperdagangkan adalah berupa biji kopi kering yang sudah terlepas dari daging buah, kulit tanduk dan kulit arinya, butiran biji kopi yang demikian ini disebut kopi beras (coffca beans) atau market koffie. Kopi beras berasal dari buah kopi basah yang telah mengalami beberapa tingkat proses pengolahan. Secara garis besar dan berdasarkan cara kerjanya, maka terdapat dua cara pengolahan buah kopi basah men.iadi kopi beras, yaitu yang disebut pengolahan buah kopi cara basah dan cara kering. Pengolahan buah kopi sccara basah biasa disebut W.I..B. (West lndische Bereiding), sedangkan pengolahan cara kering biasa disebut O.I.B (Ost Indische Bereiding). Perbedaan pokok dari kedua cara tersebut diatas adalah pada cara kering pengupasan daging buah, kulit tanduk dan kulit ari dilakukan setelah kering (kopi gelondong), sedangkan cara basah pengupasan daging buah dilakukan sewaktu masih basah.
Metode Pengolahan Kering:
a. Pengeringan Alami
b. Pengeringan Buatan (Artificial Drying)
Metode Pengolahan Basah:
a. Penerimaan
Hasil panen harus secepat mungkin dipindahkan ke tempat pemrosesan untuk menghindari pemanasan langsung yang dapat menyebabkan kerusakan (seperti : perubahan warna buah, buah kopi menjadi busuk).
b. Pulping
Pulping bertujuan untuk memisahkan kopi dari kulit terluar dan mesocarp (bagian daging), hasilnya pulp
c. Fermentasi
Proses fermentasi bertujuan untuk melepaskan daging buah berlendir (mucilage) yang masih melekat pada kulit tanduk dan pada proses pencucian akan mudah terlepas (terpisah) sehingga mempermudah proses pengeringan

Material apa saja yang digunakan dalam alat / mesin ini:
Penggerak mesin diesel, bahan pengupas kulit: Baja, Rangka mesin: Baja profil kotak, Pelengkap: Kipas sentrifugal sebagai pemisah kulit.

Hitunglah biaya-biaya apa saja yang dikeluarkan dalam proses pembuatan ini:
Estimasi dalam pembuatan mesin pada Kapasitas 1 ton/jam diperlukan:
Penggerak motor bakar 5,5 PK Type 2 [double] silinder : Rp. 5.000.000
Transmisi pulley dan sabuk karet V: Rp1.300.000
Dilengkapi dengan kopling dan pelindung Bahan pengupas kulit : Rp.600.000
plat tembaga profil, Rangka mesin : Rp.900.000
Baja profil kotak Pelengkap : Rp.700.000
Pipa saluran air pencuci : Rp. 80.000

Jadi menurut Anda berapa harga alat atau mesin ini, per pieces atau per satuan tertentu:
Jika dijumlahkan dari biaya estimasi di atas maka satu mesin dengan kapsitas 1 ton/jam maka harga satuan mesin tersebut Rp. 8.580.000

Apakah Anda yakin kalau nanti diproduksi akan dapat memberikan keuntungan:
Iya, karena dalam memproduksi kopi lebih cepat efektif dan efisien dalam waktu tapi harga mesin ini agak mahal tetapi untuk investasi kedepannya akan lebih baik.

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Dipublikasi di Uncategorized | 1 Komentar