PERENCANAAN PEMBUATAN PABRIK TEPUNG KANJI

NAMA KELOMPOK:

  • ARIEF NURDINI / 30408152
  • ANGGITA PUSPITASARI / 30408127
  • ERLAN GUS HERMAWAN / 30408316
  • ERWIN IRIANTO SIAHAAN / 30408318
  • GHINA ANGGRAINI / 30408390
  • HAMDY

 

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Kehidupan bangsa Indonesia umumnya ditopang oleh pembangunan di segala bidang industri jasa maupun pengolahan bahan baku menjadi bahan jadi dan hasil pertanian atau yang biasa disebut dengan agroindustri. Semakin berkembangnya industri pangan selain dapat memberikan keuntungan bagi masyarakat, juga dapat memberikan dampak negatif dari berbagai sektor. Salah satu dampak negatif dengan berkembangnya industri adalah timbul pencemaran lingkungan yang berasal dari limbah industri. Limbah tersebut merusak keseimbangan sumber daya alam dan kelestarian alam.

Industri tepung tapioka atau kanji merupakan salah satu industri pangan yang terdapat di Indonesia. Bahan baku industri ini adalah umbi ketela pohon yang diolah menjadi tepung tapioka. Tepung tapioka merupakan bahan baku untuk keperluan industri makanan, industri tekstil, industri kertas, dan lain-lain. Limbah industri tapioka termasuk limbah organik, karena ditimbulkan sebagai sisa dari pengolahan ketela pohon yang merupakan salah satu bahan organik. Apabila masalah limbah ini tidak ditangani, maka dapat menimbulkan pencemaran lingkungan.

Sebagian besar industri tapioka berlokasi dekat pemukiman berpenduduk padat ataupun di tepi sungai. Lokasi industri di daerah tersebut dapat berakibat fatal bagi lingkungan dan makhluk hidup yang mendiami daerah sekitar. Semakin berkembangnya lingkungan industri maka, perlu dilakukan upaya pengelolaan lingkungan di industri tapioka. Pengelolaan lingkungan ini tidak hanya dilakukan setelah proses produksi selesai. Pengelolaan lingkungan ini diarahkan dengan melakukan perubahan dalam proses produksi. Selain itu, perlu dilakukan pembangunan lokasi pabrik Industri yang strategis dan penuh pertimbangan. Sehingga dapat dilakukan penghematan-penghematan dalam pemakaian sumber daya serta mengurangi beban pencemar yang keluar sebagai hasil dari proses.

Perumusan Masalah

Rencana dalam pembuatan pabrik tepung singkong (kanji) tentunya memiliki suatu permasalahan yang perlu dikembangkan. Permasalahan tersebut menyangkut bagaimana melakukan perencanaan pembangunan pabrik tepung kanji dengan modal sebesar Rp 2.000.000.000 hingga pabrik tersebut beroperasi dan menghasilkan tepung kanji yang siap jual.

Pembatasan Masalah

Perencanaan pembuatan pabrik tepung kanji ini pun dibatasi oleh beberapa hal. Adapun pembatasan dalam masalah ini adalah sebagai berikut:

  1. Pabrik yang akan dibuat merupakan pabrik tepung kanji.
  2. Modal rencana pembuatan pabrik adalah Rp. 2.000.000,00.
  3. Lokasi pembuatan pabrik adalah di kabupaten Sukabumi Selatan.
  4. Kapasitas produksi pabrik adalah sebesar 5 ton per hari.

Tujuan Penulisan

Pembuatan pabrik tepung kanji ini mempunyai beberapa tujuan. Adapun tujuan-tujuan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Mampu melakukan analisis dan estimasi biaya pembuatan pabrik tepung kanji dengan modal sebesar Rp. 2.000.000.000,00.
  2. Mampu mengidentifikasikan hal-hal yang diperlukan dalam pembuatan pabrik tepung kanji.
  3. Mampu mengimplementasikan analisis dan estimasi biaya ini dalam kehidupan nyata.



PEMBAHASAN

Industri tapioka mulai berkembang sejak tahun 1980-an. Industri pengolahan tapioka ini menggunakan modal sendiri dan sebagian menggunakan modal dari perbankan dan bantuan dari BUMN serta kemitraan. Di Indonesia, industri tepung tapioka memiliki asosiasi, yaitu Assosiasi Tepung Tapioka Indonesia (ATTI) yang berpusat di Jakarta. Keberadaan asosiasi ini belum begitu dirasakan oleh pihak-pihak terkait terutama petani yang tidak dapat menikmati harga singkong sesuai dengan kesepakatan antara pemda, petani dan pengusaha. Sementara pengusaha tidak dapat memperoleh bahan baku secara langsung dari petani. Asosiasi ini diharapkan dapat berperan dalam pengendalian harga pasar tepung tapioka, harga bahan baku serta akses permodalan bagi pengusaha, sehingga industri tapioka dapat berkembang dalam rangka memenuhi permintaan pasar dalam negeri dan pasar luar negeri.

Tapioka atau kanji atau tepung singkong ini berbahan dasar singkong. Singkong disebut juga ubi kayu atau ketela pohon. Singkong merupakan bahan baku berbagai produk industri, yakni meliputi industri makanan, farmasi, tekstil, dan lain-lain. Dalam industri makanan, pengolahan singkong, dapat digolongkan menjadi tiga yaitu hasil fermentasi singkong, singkong yang dikeringkan, dan tepung singkong atau tepung tapioka.

Gambar 1. SingkongGambar 1. Singkong

(Sumber : http://www.iptek.net.id/ind/terapan/images)

Teknologi yang dapat digunakan dalam industri tepung kanji atau tapioka adalah industri tradisional, semi modern, dan full otomate. Industri tradisional adalah industri pengolahan tapioka yang mengandalkan sinar matahari dan produksi tergantung pada musim. Industri semi modern menggunakan mesin pengering (oven) dalam tahap pengeringan. Sedangkan, industri full otomate yaitu industri pengolahan tapioka yang menggunakan mesin dari proses awal sampai produk jadi. Industri tapioka yang menggunakan peralatan full otomate berarti memiliki efisiensi tinggi, karena proses produksi memerlukan tenaga kerja yang sedikit, waktu lebih pendek, serta menghasilkan tapioka yang berkualitas.

Tenaga kerja pada industri tapioka tidak memerlukan keahlian khusus. Jumlah tenaga kerja pun ditentukan oleh kapasitas produksi dan teknologi yang digunakan. Semakin tinggi volume produksi semakin besar jumlah tenaga kerja yang diserap. Tenaga kerja yang dibutuhkan meliputi seluruh proses produksi dari pengupasan sampai pada pengeringan produk. Adapun tahapan proses produksi dari pembuatan tepung tapioka, yaitu sebagai berikut:

  1. Pengupasan
    Pengupasan dilakukan dengan cara manual yang bertujuan untuk memisahkan daging singkong dari kulitnya. Selama pengupasan, dilakukan pula tahap pemilihan singkong yang berkualitas tinggi dari singkong lainnya. Singkong yang kualitasnya rendah tidak diproses menjadi tapioka dan dijadikan sebagai makanan untuk ternak.
  2. Pencucian
    Pencucian dilakukan dengan cara manual, yaitu dengan meremas-remas singkong di dalam bak yang berisi air. Hal ini bertujuan untuk memisahkan kotoran pada singkong.
  3. Pemarutan. Pada tahap pemarutan ini dilakukan cara semi mekanis. Tahap ini maksudnya adalah pemarutan dilakukan dengan digerakkan oleh generator. Pada tahap ini tidak sepenuhnya menggunakan tenaga maksimal manusia.
  4. Pemerasan
    Tahap pemerasan ini dilakukan dengan menggunakan saringan goyang. Dimana setelah dilakukan pemarutan dan dihasilkan bubur singkong, lalu bubur singkong tersebut diletakkan di atas saringan yang digerakkan dengan mesin. Pada saat saringan bergoyang, ditambahkan pula air melalui pipa berlubang. Pati yang dihasilkan ditampung dalam bak pengendapan.

Gambar 2. Mesin Pemerasan

5. Pengendapan. Pati hasil pemerasan diendapkan dalam bak pengendapan selama 4 jam. Air di bagian atas endapan dialirkan dan dibuang, sedangkan endapan diambil dan dikeringkan.

6. Pengeringan. Tahap pengeringan ini memerlukan mesin oven. Sebaiknya tepung tapioka yang dihasilkan mengandung kadar air 15-19%.

Industri pengolahan singkong ini juga memiliki berbagai kendala. Salah satunya adalah masalah ketersediaan bahan baku. Ketersediaan bahan baku sangat penting karena apabila terjadi kelangkaan bahan baku singkong, maka produksi akan macet. Oleh karena itu, kemitraan dengan petani sebagai pemasok bahan baku sangat diperlukan. Disamping untuk menjamin ketersediaan bahan baku, kemitraan ini juga untuk menjamin kualitas bahan baku.

Dalam pembuatan pabrik ini kami memakai jasa kontraktor PT. SENTRA SUCCES. Kami memilih PT ini karena mereka mampu membuat pabrik dengan tata layout yang terbaik dan harganya pun terjangkau untuk pembuatan pabrik singkong ini.

BIAYA OPERASIONAL

No Asumsi Satuan Jumlah/nilai
1 Periode proyek Tahun 2
2 Ruas tanah Hektar 1
3 Hari kerja Per bulan Hari 25
-Bulan kerja per tahun Bulan 12
-Hari kerja tenaga borongan Hari 300
4 Produksi dan harga - -
- Kapasitas maksimum/hari Ton 5
-Produksi per bulan Ton 125
-Produksi per tahun Ton 1500
-Harga tapioka per ton Ton 3.800.000,-
-Produksi onggok per bulan Ton 20
5 Rendaman per ton bahan baku - -
-Tapioka % 25%
-Onggok % 8%
6 Penggunaan tenaga kerja - -
-Tenaga manajerial Rp/Orang -
-Tenaga kerja tetap Rp/Orang 20
7 Upah tenaga kerja per hari - -
-Tenaga manajerial Rp/Orang -
-Tenaga Kerja Tetap Rp/orang 30.000 per hari
8 Bahan baku per bulan Ton 125
9 Harga bahan baku Rp/ton 400.000
10 Discount factor/suku bunga % 5%

A. Singkong

1 kg : Rp. 400,00

12,5 ton : Rp. 5.000.000,- dengan potongan 5 % menjadi Rp. 4.750.000 / hari = Rp. 118.750.000,00/bulan = Rp. 1.425.000.000/tahun.

B. Hari Kerja

Jam 8 s.d 12…. Break……jam 13 s.d 17 (8jam / hari) dengan hari Jum’at sebagai hari libur dan hari kerja Sabtu sampai Kamis. (1 bulan : 25 hari) dengan 7 divisi pekerjaan dengan jumlah operator sebanyak 20 orang.

  1. Pengupasan   = 10 orang
  2. Pencucian     =  3 orang
  3. Penggilingan =  2 orang (packing)
  4. Pemerasan     =  2 orang (packing)
  5. Penyaringan   = 1 orang
  6. Penirisan       = 1 orang
  7. Pengeringan   = 1 orang (packing) dengan menggunakan oven listrik

Setelah semua proses tersebut dilakukan, maka jadilah tepung tapioca.

C. Gaji : 1 orang   : Rp. 750.000,00 / bulan

20 orang  : Rp. 15.000.000,00 / bulan = Rp. 180.000.000,00/tahun

D. Energi

Listrik  : Rp. 1.500.000 / bulan = Rp. 18.000.000,00 / tahun

Solar    : 1 mesin : 20 liter (Rp. 4500/liter)

20 liter  : Rp. 90.000,00/hari

1 mesin dengan kapasitas 20 liter : Rp. 90.000,00/hari

1 mesin dengan kapasitas 20 liter : Rp. 2.250.000/bulan

1 mesin dengan kapasitas 20 liter : Rp. 27.000.000/tahun

E. Telepon

Biaya Telepon per bulan : Rp. 1.000.000/bulan

biaya telepon per tahun    : Rp. 12.000.000,-

F. Marketing

Promosi menggunakan Brosur     : Hanya pada kawasan Bogor

Promosi menggunakan Agen       : Daerah Cianjur, Sukabumi

Promosi menggunakan Internet   : Sistem Kontrak

Total Promosi                                : Rp. 1.000.000,-

G.    Transportasi

Mobil Truk 2 buah                      : Rp. 384.000.000,-

Transportasi (untuk bensi dll)  : Rp. 300.000.000,-      +

Total Transportasi                       : Rp. 684.000.000,-

H.    Perawatan Mesin

Harga Mesin (Mesin ada 3 buah) : Rp. 350.000.000 masa 5 tahun

Perawatan mesin satu minggu      : Rp. 300.000 / Minggu

Perawatan mesin satu bulan         : Rp. 1.200.000 / Bulan

Perawatan mesin satu tahun         : Rp. 14.400.000 / Tahun

Biaya Mesin Genset                         : Rp.15.000.000

I.      Total Biaya Tahunan

Bahan baku                    : Rp.  1.425.000.000

Gaji                                  : Rp.  180.000.000

Listrik                             : Rp.   18.000.000

Solar                                : Rp.    27.000.000

Telepon                           : Rp.    12.000.000

pembelian mesin            : Rp.  350.000.000,-

Perawatan mesin           : Rp.    14.400.000

Marketing                       : Rp.      12.000.000

Biaya Mesin Genset       : Rp.    15.000.000   +

Total biaya                      : Rp.  2.053.400.000

J.     Biaya Tanah

Surat Izin (PBB dan Pajak)         : Rp.   10.000.000

Harga Tanah (400 meter)          : Rp. 100.000.000

Pembangunan (Kontraktor)       : Rp. 500.000.000   +

Total Biaya                                   : Rp. 610.000.000

K.    Biaya tahunan dan tanah

Biaya tahunan                  : Rp.    2.053.400.000

Biaya Transportasi          : Rp.      684.000.000,-

Biaya Tanah                     : Rp.      610.000.000   +

Total Biaya                       : Rp.   3.347.400.000,-

L.     Sisa Uang

Besar Modal pinjaman dari Bank            : Rp. 2.000.000.000

Tambahan peminjaman modal                 : Rp. 1.350.000.000

Biaya tahunan dan tanah                         : Rp. 3.347.400.000  -

Total Sisa Uang                                        : Rp.         2.600.000

PERINCIAN KEUNTUNGAN

Selama 1 hari dapat menghasilkan 5 ton Tepung tapioka, maka selama 1 tahun mampu menghasilkan 1500 ton tepung tapioka. Dimana 1 karung tepung tapioka berisi 50 kg tapioca. Dengan harga 1 kilogram tapioka sebesar Rp. 4000.

1 karung tapioka         : Rp. 190.000

100 Karung tapioka    : Rp. 190.000.000 / hari

: Rp. 475.000.000 / bulan

: Rp. 5.700.000.000 / Tahun

 

Onggok 1 karung 50 kg   : Rp. 30.000,-

40 karung onggok            : Rp. 1.200.000,- / hari

: Rp. 30.000.000,- / bulan

: Rp. 360.000.000,- / tahun

Biaya bersih:

100 karung tapioka (1tahun)   : Rp. 5.700.000.000

40 karung onggok (1 tahun)    : Rp.    360.000.000   +

Total                                          :Rp. 6.060.000.000

Modal+Bunga 10%                     : Rp. 1.842.500.000.     -

Total                                           : Rp. 4.217.500.000

  • Pengembalian modal dilakukan secara 2 tahap, yaitu tahun pertama sebesar 50% dan tahun kedua 50%

Keuntungan:

Total biaya Bersih                       : Rp. 4.217.500.000

Total biaya tahunan+tanah        : Rp. 3.347.400.000     -

Besar Keuntungan    Thn 1  : Rp.    870.100.000

Tahun Pertama

No

Input

Satuan

Jumlah

Harga(per satuan)

Nilai per bulan

Nilai per tahun

1

Tenaga kerja

-

-

-

-

-

A. Tetap

Orang/bulan

20

750.000

15.000.000

180.000.000

B. Tidak Tetap

-

-

-

-

-

Jumlah

Orang/bulan

20

750.000

15.000.000

180.000.000

2

Bahan Baku

-

-

-

-

-

A. Singkong

Ton

12.5

4.750.000

118.750.000

1.425.000.000

Jumlah

Ton

12.5

4.750.000

118.750.000

1.425.000.000

3

Biaya overhead

-

-

-

-

-

A. Solar

Liter/hari

20

4.500

2.250.000

27.000.000

B. Listrik

Bulan

1

1.500.000

1.500.000

18.000.000

C. Telepon

Bulan

1

1.000.000

1.000.000

12.000.000

Jumlah

22

2.504.500

4.750.000

57.000.000

4

Transportasi

-

-

-

-

-

A. Mobil truck

Unit

2

384.000.000

-

384.000.000

B. Bensin

Liter

150

4500

25.000.000

300.000.000

5

Penjualan Output

Ton per bulan

125

19.000.000

475.000.000

5.700.000.000

Perbaikan dan pemeliharaan alat

Minggu

1

300.000

1.200.000

14.400.000

6

Perizinan dan tanah

Rupiah

1

610.000.000

-

610.000.000

7

Pembeliaan mesin

Unit

4

365.000.000

-

365.000.000

8

Penjualan onggok

Ton

2

1.200.000

30.000.000

360.000.000

9

Marketing

Rupiah

1

1.000.000

1.000.000

12.000.000

10

Pengembalian modal + bunga 10% th 1

Rupiah

1

1.842.500.000

-

1.842.500.000

Jumlah Total Biaya

339.300.000

870.100.000


Keuntungan pada tahun ke-2

Bahan baku                 : Rp. 1.425.000.000,-

Gaji karyawan              : Rp.    180.000.000

Biaya overhead            : Rp.      57.000.000

Transportasi                 : Rp.   300.000.000

Maintenance                 : Rp.     14.400.000

Perijinan                        : Rp.     10.000.000

Marketing                     : Rp.     12.000.000      +

Total                            : Rp. 1,998,400,000


Pendapatan penjualan tahun ke-2:

Biaya bersih:

100 karung tapioka (1tahun)   : Rp. 5.700.000.000

40 karung onggok (1 tahun)    : Rp.    360.000.000  +

Total                                            Rp. 6.060.000.000


Total pendapatan :   Rp. 6.060.000.000

Rp.   870.100.000 +

Total                    :   Rp. 6.930.100.000


Total pengeluaran :    Rp. 1,998,400,000

Rp. 2.026.750.000    +

Rp. 4.025.150.000


Keuntungan            : Rp. 6.930.100.000

Rp. 4.025.150.000     -

Rp. 2.904.950.000

 

Tahun Kedua

No

Input

Satuan

Jumlah

Harga(per satuan)

Nilai per bulan

Nilai per tahun

1

Tenaga kerja

-

-

-

-

-

A. Tetap

Orang/bulan

20

750.000

15.000.000

180.000.000

B. Tidak Tetap

-

-

-

-

-

Jumlah

Orang/bulan

20

750.000

15.000.000

180.000.000

2

Bahan Baku

-

-

-

-

-

A. Singkong

Ton

12.5

4.750.000

118.750.000

1.425.000.000

Jumlah

Ton

12.5

4.750.000

118.750.000

1.425.000.000

3

Biaya overhead

-

-

-

-

-

A. Solar

Liter/hari

20

4.500

2.250.000

27.000.000

B. Listrik

Bulan

1

1.500.000

1.500.000

18.000.000

C. Telepon

Bulan

1

1.000.000

1.000.000

12.000.000

Jumlah

22

2.504.500

4.750.000

57.000.000

4

Transportasi

-

-

-

-

-

A. Bensin

Liter

150

4500

25.000.000

300.000.000

5

Penjualan Output

Ton per bulan

125

19.000.000

475.000.000

5.700.000.000

6

Perbaikan dan pemeliharaan alat

Minggu

1

300.000

1.200.000

14.400.000

7

Perizinan

Rupiah

1

10.000.000

-

10.000.000

8

Penjualan onggok

Ton

2

1.200.000

30.000.000

360.000.000

9

Marketing

Rupiah

1

1.000.000

1.000.000

12.000.000

10

Pengembalian modal + bunga 10% th 2

Rupiah

1

2.026.750.000

-

2.026.750.000

11

Sisa auang th 1

Rupiah

1

870.100.000

870.100.000

Jumlah Total Biaya

339.300.000

2.904.950.000

Break Event Point (BEP):

Biaya tetap

1. Bahan baku                       Rp. 1.425.000.000/tahun

2. Gaji                                     Rp.    180.000.000/tahun

3. Perawatan mesin             Rp.      14.400.000/tahun

4. Ijin                                     Rp.      10.000.000                 +

Total                                    Rp. 1.629.400.000 / tahun


Biaya variabel

1. Energy                              Rp.    45.000.000/tahun

2. Transportasi                    Rp.  300.000.000/tahun

3. Marketing                        Rp.      1.000.000/tahun            +

Total                                      Rp.  346.000.000/ tahun

 

BEP  = FC / (1-VC/P)

Dimana:

FC       : Biaya Tetap

P         : Harga jual per unit

VC      : Biaya Variabel per unit

 

BEP  = FC / (1-VC/P)

=  1.629.400.000 / (1- (364.000.000/5.700.000.000))

= 1.629.400.000 / 0.93614035

= 1.740.550.975,- / tahun

 

KESIMPULAN

1. Setelah melakukan perhitungan dari berbagai macam referensi baik melalui media informasi maupun langsung kepada orang yang mengerti akan harga bahan baku yang digunakan untuk membuat tepung kanji, yaitu singkong. Dengan menggunakan modal sebesar Rp. 2.000.000.000,00 serta tambahan pinjaman terhaap Bank sebesar Rp. 1.350.000.000 mampu melakukan proses pembuatan sebuah pabrik tepung kanji yang sudah meliputi biaya operasional pabrik selama 1 tahun, seperti tenaga kerja, perbaikan mesin, bahan baku, dll.

2. Pembuatan pabrik tepung kanji ini telah melalui proses perencanaan yang matang, baik dari segi pembuatan maupun dari segi produksi yang dihasilkan. Dengan mempertimbangkan segi ekonomis dalam proses produksinya guna meminimasi pengeluaran biaya operasional. Seperti penggunaan mesin dalam produksinya sehingga meminimasi tenaga kerja, mempertimbangkan hal yang biasanya terjadi seperti pemadaman listrik, telah tersedianya genset guna mengantisipasi terganggunya proses produksi.

3. Proses pembutan pabrik tepung kanji ini telah mempertimbangkan baik dari segi teoritis dalam perhitungannya maupun dari segi kehidupan nyata seperti harga bahan baku maupun peralatannya. Sehingga tidak menutup kemungkinan hasil analisis dan estimasi biaya yang telah dilakukan dalam proses pembuatan pabrik tepung kanji ini dapat diaplikasikan dalam dunia nyata.

 

No

Input

Satuan

Jumlah

Harga(per satuan)

Nilai per bulan

Nilai per tahun

1

Tenaga kerja

-

-

-

-

-

A. Tetap

Orang/bulan

20

750.000

15.000.000

180.000.000

B. Tidak Tetap

-

-

-

-

-

Jumlah

Orang/bulan

20

750.000

15.000.000

180.000.000

2

Bahan Baku

-

-

-

-

-

A. Singkong

Ton

12.5

4.750.000

118.750.000

1.425.000.000

Jumlah

Ton

12.5

4.750.000

118.750.000

1.425.000.000

3

Biaya overhead

-

-

-

-

-

A. Solar

Liter/hari

20

4.500

2.250.000

27.000.000

B. Listrik

Bulan

1

1.500.000

1.500.000

18.000.000

C. Telepon

Bulan

1

1.000.000

1.000.000

12.000.000

Jumlah

22

2.504.500

4.750.000

57.000.000

4

Transportasi

-

-

-

-

-

A. Mobil truck

Unit

2

384.000.000

-

384.000.000

B. Bensin

Liter

150

4500

25.000.000

300.000.000

5

Penjualan Output

Ton per bulan

125

19.000.000

475.000.000

5.700.000.000

Perbaikan dan pemeliharaan alat

Minggu

1

300.000

1.200.000

14.400.000

6

Perizinan dan tanah

Rupiah

1

610.000.000

-

610.000.000

7

Pembeliaan mesin

Unit

4

365.000.000

-

365.000.000

8

Penjualan onggok

Ton

2

1.200.000

30.000.000

360.000.000

9

Marketing

Rupiah

1

1.000.000

1.000.000

12.000.000

10

Pengembalian modal + bunga 10% th 1

Rupiah

1

1.842.500.000

-

1.842.500.000

Jumlah Total Biaya

339.300.000

870.100.000

Tentang 3id01

nothing for this time :D
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s